besti69
besti69
besti69
besti69

Bupati Anambas dan Sekda Anambas Hilang Usai Kecelakaan, Polisi: Kami Tak Berani Curiga

Batam, Batamnews – Bupati dan Sekda Kabupaten Kepulauan Anambas diduga terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa 9 Mei 2023 lalu sekitar pukul 22.30 WIB. Keduanya dikabarkan berada di dalam mobil Fortuner berpelat hitam nomor BP 1 S yang menabrak dua pengendara, Fajjaron Afta Maulana (20) dan Fitri Ramadani (18).

Kedua korban harus menjalani operasi setelah mengalami luka parah di bagian perut dan kepala. Salah satu korban harus kehilangan usus dan limpa.

Menurut Firman (28), kerabat korban, kendaraan itu milik Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas.

Ia pun kaget, plat nomor mobilnya berubah menjadi merah saat tiba di rumah sakit.

Dia hampir bodoh. Pengemudi mobil awalnya mengakui bahwa kendaraan tersebut adalah mobil sewaan. “Awalnya sopir mengaku itu mobil sewaan,” kata Firman kepada Batamnews.co.id.

Kasus ini sempat meredup dan belum tersentuh oleh publik, namun korban akhirnya membuka diri dan membeberkan informasi pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa mengerikan tersebut.

Sahtiar, Sekretaris Daerah Anambas, tidak menanggapi permintaan konfirmasi atau wawancara dari batamnews.co.id, baik melalui telepon maupun WhatsApp.

Sekitar pukul 21.30 WIB, Sahtiar menanggapi konfirmasi Batamnews.co.id. Sekda Anambas Sahtiar mengatakan dirinya tidak berada di dalam kendaraan tersebut.

“Saya tidak bisa menjawab pertanyaan Pak, karena maksud Anda itu bukan mobil saya, dan yang membawa mobil itu bukan sopir saya, Pak,” kata Sahtiar kepada Batamnews, Jumat malam, 19 Mei 2023.

Menurutnya, mobil sekretaris itu tidak mengalami kecelakaan. “Mobil dinas Sekda baik-baik saja pak, itu mobil Sekda BP 6 S, jadi sulit bagi saya untuk menjawab pertanyaan Bapak karena saya tidak ada di sana saat kecelakaan Bapak terjadi, kami juga menunggu informasi apa yang sebenarnya terjadi,” kata Sahtiar.

Firman menambahkan, sejumlah saksi melihat ada empat orang di dalam mobil saat kecelakaan terjadi.

Marlon Sinaga, terduga sopir, dan tiga penumpang lainnya diduga Bupati Anambas Abdul Harris, Sekda Anambas Sahtiar, dan Fajri Fahmi, Protokol Bupati Anambas.

Korban Fajjaron mengalami patah lengan dan patah pinggul, serta harus menjalani operasi pengangkatan organ vitalnya yang rusak akibat benturan keras tersebut. Sedangkan Fitri mengalami gegar otak.

Muhammad Afif, ayah Fajjaron, mengatakan pelaku dan rekannya, Fajri Fahmi, berusaha kabur dari tanggung jawabnya dan meninggalkan rumah sakit tanpa menunggu orang tua korban.

Kontak yang ditinggalkan pelaku tidak bisa dihubungi hingga beberapa hari setelah kejadian.

Ipda Viktor Hutahean, Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Barelang, membenarkan bahwa penyelidikan atas kasus ini masih berlangsung.

Pelaku, Marlon Sinaga, sedang diperiksa dan ditahan di Polres Barelang. Sebuah mobil Fortuner bekas dengan plat nomor merah juga diamankan. Adapun penumpang kendaraan yang diduga Bupati Anambas dan Sekda Anambas itu, polisi enggan memberikan keterangan.

“Kami belum tahu dan belum berani berspekulasi. Nanti kami katakan salah orang,” kata Viktor saat ditanya identitas penumpang lain di dalam mobil tersebut.

Dalam hal ini, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, termasuk keterlibatan pejabat setempat dalam kejadian tersebut dan tindakan mereka setelah kecelakaan tersebut. Masyarakat menunggu keadilan bagi para korban dan keluarganya.