besti69
besti69
besti69
besti69

Dosen PTN Perorangan di Kota Solo Diduga Menganiaya Istrinya Hingga Dihajar, Gibran: Segera Laporkan

RADARSOLO.COM-Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat terjadi dimana saja tanpa memandang status sosial. Termasuk kasus yang satu ini. Adalah seorang dosen perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Solo yang diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya.

Dugaan KDRT tersebut diunggah di akun Twitter @wonderdyn dan mendapat tanggapan dari Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

Dalam unggahan Twitter @wonderdyn, seorang perempuan terlihat babak belur di wajahnya. Pemilik akun @wonderdyn mengaku sebagai anak perempuan tersebut.

“Foto pertama KDRT di Depok, saat ayah saya masih bekerja di KEMENDIKBUD. Foto kedua dan ketiga tindakan KDRT di kampus UNS Kleco,” tulisnya.

Pemilik akun @wonderdyn menjelaskan, pada 6 Maret 2023 lalu, ia dan sang ibu mengunjungi kampus UNS untuk mencari keberadaan sang ayah untuk memintanya segera pulang.

Setelah bertemu, sang ayah tidak memberikan respon yang baik. Padahal pemilik akun dan sang ibu hanya meminta penjelasan dan meminta sang ayah pulang.

“Tepat di lantai 2 Gedung B kampus UNS, ada pertengkaran antara ibu dan ayah saya. Saya menunggu di tangga. Kemudian saya mendengar ibu berteriak dan saya mendatanginya,” cuitnya.

Unggahan @wonderdyn tersebut dengan cepat mendapat tanggapan dari Gibran yang memintanya untuk segera melaporkannya ke polisi. “Segera Laporkan” tulis Gibran.

Sementara itu, sumber Jawa Pos, Radar Solo, mengaku melihat langsung cekcok antara suami istri tersebut. Tepatnya menjelang bulan Ramadhan kemarin. “Kamu tahu, itu terjadi jauh sebelum bulan puasa,” katanya.

Hingga Rabu sekitar pukul 21.59 WIB, upaya radarsolo.com menghubungi pihak kampus untuk memastikan kejadian tersebut belum mendapat tanggapan. (ian/wa)

RADARSOLO.COM-Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat terjadi dimana saja tanpa memandang status sosial. Termasuk kasus yang satu ini. Adalah seorang dosen perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Solo yang diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya.

Dugaan KDRT tersebut diunggah di akun Twitter @wonderdyn dan mendapat tanggapan dari Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

Dalam unggahan Twitter @wonderdyn, seorang perempuan terlihat babak belur di wajahnya. Pemilik akun @wonderdyn mengaku sebagai anak perempuan tersebut.

“Foto pertama KDRT di Depok, saat ayah saya masih bekerja di KEMENDIKBUD. Foto kedua dan ketiga tindakan KDRT di kampus UNS Kleco,” tulisnya.

Pemilik akun @wonderdyn menjelaskan, pada 6 Maret 2023 lalu, ia dan sang ibu mengunjungi kampus UNS untuk mencari keberadaan sang ayah untuk memintanya segera pulang.

Setelah bertemu, sang ayah tidak memberikan respon yang baik. Padahal pemilik akun dan sang ibu hanya meminta penjelasan dan meminta sang ayah pulang.

“Tepat di lantai 2 Gedung B kampus UNS, ada pertengkaran antara ibu dan ayah saya. Saya menunggu di tangga. Kemudian saya mendengar ibu berteriak dan saya mendatanginya,” cuitnya.

Unggahan @wonderdyn tersebut dengan cepat mendapat tanggapan dari Gibran yang memintanya untuk segera melaporkannya ke polisi. “Segera Laporkan” tulis Gibran.

Sementara itu, sumber Jawa Pos, Radar Solo, mengaku melihat langsung cekcok antara suami istri tersebut. Tepatnya menjelang bulan Ramadhan kemarin. “Kamu tahu, itu terjadi jauh sebelum bulan puasa,” katanya.

Hingga Rabu sekitar pukul 21.59 WIB, upaya radarsolo.com menghubungi pihak kampus untuk memastikan kejadian tersebut belum mendapat tanggapan. (ian/wa)