besti69
besti69
besti69
besti69

Jelang Idul Adha, Domba Impor Ramai Diminati

RADARSUKOHARJO.COM – Domba atau kambing peranakan impor kemungkinan akan menjadi primadona Idul Adha mendatang. Di sisi lain, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo mengklaim stok hewan kurban yang akan datang mencukupi.

Ebnu Setya Soleh, 42 peternak asal Kecamatan Nguter mengatakan, pihaknya menyiapkan sekitar 600 ekor kambing dan domba untuk Idul Adha 2023 mendatang. Selain domba lokal, pihaknya juga menyediakan bibit domba impor.

“Sekarang anak anjing impor makin laris,” kata Ebnu, Minggu (21/5/2023).

Menurut Ebnu, saat ini banyak pesanan, bahkan pemesanan dengan DP, bahkan ada yang sudah lunas dalam seminggu terakhir. Rata-rata pembeli berasal dari eks Karesidenan Surakarta dan lembaga atau instansi.

“Kalau saya harganya mulai dari Rp 1,8-Rp 4 juta lebih. H-15 kenaikannya makin banyak. Rata-rata kenaikan karena ketersediaan barang atau kambingnya,” kata Ebnu.

Menurut Ebnu, rata-rata kenaikan harga mendekati Idul Adha mencapai 10-15 persen. Saat ini Dorper F1 paling banyak dipesan.

“Untuk impor saat ini ada 15 indukan, untuk F1 (bibit impor) sekitar Rp 150.000/kilogram. Setelah disapih sekitar 20-25 kilogram,” ujarnya.

Menurut Ebnu, untuk harga domba ras impor, pihaknya menelan biaya Rp. 4 juta menjadi Rp. 10 juta per ekor. Tergantung jenis dan berat domba.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan, dalam rangka Idul Adha, pihaknya membentuk tim untuk pemeriksaan hewan kurban baik sebelum maupun sesudah penyembelihan. Setidaknya ada 6 tim yang telah disiapkan.

“Pemeriksaan akan dilakukan di kandang ternak milik peternak,” kata Bagas.

Menurut Bagas, populasi hewan kurban di Sukoharjo sesuai dengan informasi dari Himpunan Peternak Kambing Domba Indonesia (HPDKI) Sukoharjo. Bagas mengatakan, ternak sapi untuk Idul Adha tidak perlu didatangkan dari daerah lain.

“Informasi dari HPDKI setidaknya jumlah penduduk saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan di Sukoharjo,” kata Bagas.

Ditegaskan Bagas, pihaknya saat ini mulai gencar menyosialisasikan daging kurban yang ASUH. Daging kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) merupakan daging yang diharapkan oleh semua konsumen, karena terjamin jika dikonsumsi oleh manusia. (kwl/bendungan)